
Kumpulan informasi seputar alamat IP, protokol jaringan, dan mekanisme pertukaran data yang membuat perangkat dapat saling terhubung secara terstruktur.
IPv4 menggunakan alamat 32-bit, sedangkan IPv6 menyediakan ruang alamat jauh lebih besar. Alamat perangkat perlu dibaca bersama prefix atau subnet mask karena informasi tersebut menentukan bagian network dan host. Host menggunakan subnet untuk memutuskan apakah tujuan berada di jaringan lokal atau harus dikirim melalui default gateway.
Jika alamat tujuan berada di luar jaringan lokal, host mengirim paket ke gateway yang memiliki rute menuju jaringan lain. Router berikutnya mengulangi keputusan berdasarkan tabel routing hingga paket mendekati tujuan. Karena itu, kegagalan gateway dapat memutus akses luar meskipun komunikasi antarperangkat lokal masih normal.
Perangkat rumah sering menggunakan alamat private di dalam LAN, sementara koneksi ke internet menggunakan alamat yang dapat dirutekan secara publik. NAT pada router memungkinkan banyak perangkat lokal berbagi konektivitas melalui satu atau sejumlah alamat publik. Karena itu, alamat yang terlihat pada perangkat belum tentu sama dengan alamat yang terlihat oleh layanan internet.
TCP menyediakan mekanisme koneksi, urutan, dan pengiriman ulang yang berguna ketika keandalan penting. UDP memiliki overhead lebih ringan dan menyerahkan lebih banyak pengelolaan kepada aplikasi. Nomor port membantu sistem operasi membedakan service atau aliran aplikasi pada host. Port tertentu sering diasosiasikan dengan layanan tertentu, tetapi port sendiri tidak membuktikan keamanan atau jenis aplikasi. TCP dan UDP memiliki ruang port masing-masing. Keduanya bukan sekadar pilihan cepat versus lambat, melainkan alat untuk kebutuhan komunikasi yang berbeda.
DNS menerjemahkan nama tetapi tidak melakukan routing. Ping menggunakan ICMP untuk menguji reachability pada kondisi tertentu, sedangkan traceroute memberi gambaran jalur berdasarkan TTL. Kegagalan ping tidak selalu berarti layanan mati karena ICMP dapat diblokir. Untuk aplikasi real-time, latency, jitter, dan packet loss sering lebih penting daripada angka download speed saja. DNS menerjemahkan nama menjadi data seperti alamat IP, tetapi setelah alamat diperoleh, pengiriman paket ditentukan oleh mekanisme IP dan routing. Sebuah koneksi ke alamat IP dapat bekerja ketika DNS bermasalah, dan sebaliknya nama dapat ter-resolve tetapi server tujuan tidak dapat dijangkau.

Buka pembahasan terkait untuk memahami konsep, cara kerja, dan konteks penggunaannya lebih dalam.

Buka pembahasan terkait untuk memahami konsep, cara kerja, dan konteks penggunaannya lebih dalam.

Buka pembahasan terkait untuk memahami konsep, cara kerja, dan konteks penggunaannya lebih dalam.

Buka pembahasan terkait untuk memahami konsep, cara kerja, dan konteks penggunaannya lebih dalam.